Menjadi diri sendiri memang bagus karena kita bertindak sesuai dengan keadaan diri sendiri, tidak dibuat-buat atau berpura-pura. Namun, kita juga mesti dapat menempatkan untuk menjadi diri sendiri ini disaat kita mulai berinteraksi sosial dengan orang lain. Apa-apa yang tidak baik dari diri kita agar dikendalikan untuk menghindari perselisihan dengan orang lain. Ketika kita berinteraksi dengan orang lain, kita juga mesti memperhatikan kondisi dan situasi orang lain dengan tujuan untuk bertenggang rasa.
Mungkin dari berinteraksi itu kita dapat mengambil pelajaran dari orang lain tentang sikap-sikap yang baik menurut orang kebanyakan. Lalu, bagaimana jika kita bertemu dengan orang yang mau menangnya sendiri. Disitulah kita baru tegas dalam bersikap, tapi bukan berarti harus marah tak terkendali. Kalau saya lebih baik menjauh, berbicara seperlunya saja. Kalau tidak ada hal penting, ya tidak perlu berurusan sama dia. Sekilas tampaknya seperti lemah ya, tapi sebenarnya inilah jalan yang lebih damai buat diri kita sendiri. Dari orang yang tidak mengenakkan pun kita dapat mengambil pelajaran, bahwa sikap-sikap seperti orang itu ternyata menimbulkan rasa tidak suka bahkan kesal pada orang lain. Nah, kita sebisa mungkin jangan bertindak yang sama dengan orang itu.
Menjadi diri sendiri juga bukan berarti harus kaku tidak mau mengubah sikap atau karakter yang tidak baik pada diri kita. Seiring berjalannya waktu, kita sebagai pribadi akan tahu karakter baik dan tidak baik yang ada pada diri kita. Walaupun sulit merubah kebiasaan, sikap atau karakter, tapi kita harus mulai merubah sedikit demi sedikit jika kita ingin menjadi lebih baik. Tentunya yang merasakan efek dari perubahan baik ini adalah diri kita sendiri dan orang-orang di sekeliling kita.
Jadi, sah-sah saja jika kita ingin menjadi diri sendiri, tetapi bukan berarti dapat bertindak semaunya tanpa memperhatikan situasi dan kondisi di sekeliling kita. Buang karakter-karakter tidak baik yang ada pada diri kita demi kebaikan diri sendiri. Kembangkan sikap tenggang rasa atau tepa selira ketika kita berinteraksi dengan sesama. Menjaga jarak dengan orang-orang yang tidak mengenakkan demi kedamaian hati sendiri, karena jika dilawan dengan amarah juga belum tentu situasi menjadi lebih baik. Mari kita kembangkan sikap-sikap baik di keseharian kita. Jadikan sikap-sikap orang lain yang tidak berkenan sebagai contoh kepada diri sendiri agar tidak berlaku yang sama, agar kita tidak samanya dengan orang tersebut.
- MGB-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar