Setiap kita pasti memiliki keinginan, cita-cita atau harapan
dalam kehidupan. Tentunya mengarah kepada kebaikan hidup. Namun, itu semua
belum tentu bisa terpenuhi dalam sekejap. Ada proses yang harus dijalani. Bukan
hanya sekedar niat, tapi harus disertai tindakan nyata, kerja keras, kesabaran
dan keuletan untuk menuju cita-cita tersebut. Satu hal yang tidak boleh kita
lupakan adalah berdoa kepada Tuhan, memohon untuk dibukakan jalan, diberikan
kemudahan dan diarahkan kepada cita-cita kita. Kita sebagai mahluk ciptaannya
harus meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi pada hidup kita adalah atas
seizin-Nya. Jadi iringilah kerja keras kita meraih cita-cita dengan doa tulus
kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Tuhan pastinya tahu
apa-apa yang terbaik bagi mahluk ciptaan-Nya, termasuk kita manusia. Ketika
kita berdoa agar keinginan, cita-cita atau harapan kita dapat tercapai, Dia
tidak serta merta akan mengabulkannya saat itu. Dia akan melihat kesanggupan
kita, kepantasan kita. Kadang Dia membelokkan kita ke arah yang lain dulu untuk
memberikan kita pelajaran, untuk membuka pikiran kita, untuk menyiapkan hati
dan pikiran kita atau untuk menempa kita. Tidak sedikit orang yang mengalami
jatuh bangun sebelum tercapai cita-cita mereka. Tidak sedikit juga orang yang
memulai dari bawah, sedikit demi sedikit terus menanjak, memulai langkah
setapak demi setapak sampai akhirnya bertemu dengan cita-citanya.
Nah, bisa juga Tuhan
mengabulkan keinginan kita ini dalam bentuk yang lain, yang lebih baik dan
maslahat untuk kita. Hal ini saya alami sendiri. Ketika saya menginginkan
sesuatu sering sekali tidak tercapai pada saat itu. Padahal sudah berusaha
untuk mencapainya. Akhirnya saya alihkan keinginan saya kepada hal yang lain
dulu. Tapi seiring berjalannya waktu, Tuhan mengarahkan langkah saya menuju hal
yang saya inginkan, bisa dalam hal yang sama persis atau dalam bentuk yang
lebih baik buat saya. Rupanya Tuhan sengaja mengarahkan saya ke hal yang lain
dulu agar saya lebih siap dan lebih mampu saat menerima hal yang saya inginkan.
Inilah yang dikatakan tepat pada waktunya.
Lalu,
bagaimana jika keinginan atau cita-cita kita ini tidak pernah tercapai padahal
segala upaya sudah kita lakuan. Tentunya bukan berarti Tuhan tidak peduli sama
kita atau tidak mengabulkan doa kita, tetapi Dia melihat jika keinginan kita
itu tercapai ada hal tidak baik yang akan terjadi sama kita karena sesuatu yang
baik menurut kita belum tentu baik menurut Tuhan, pun sebaliknya yang baik
menurut Tuhan mungkin kita rasakan kurang baik bagi kita. Ini pun pernah
terjadi dalam hidup saya. Pernah suatu kali saya mengikuti tes lamaran kerja
melalui perusahaan jasa pencari calon-calon karyawan. Saat itu, saya tidak
bermaksud melamar melalui perusahaan tersebut, tetapi rupanya lamaran online
saya diterima oleh perusahaan tersebut.
Singkat cerita akhirnya
perusahaan penyeleksi saya memutuskan saya lulus seleksi dan diterima kerja.
Sebagai orang yang masih menganggur dan ingin sekali bekerja tentu saja merasa
senang mendengar keputusan itu. Namun, tidak sampai 24 jam keputusan itu
berubah. Perusahaan tersebut berencana membatalkan keputusannya untuk menerima
saya bekerja. Setelah saya tanyakan alasannya, ternyata tidak ada kecocokan
harga jasa yang harus dibayar oleh perusahaan yang mau menerima saya bekerja
dengan perusahaan jasa pencari calon-calon karyawan yang mempertemukan kami.
Merasa saya bukan member dari perusahaan jasa tersebut, saya langsung
mengajukan diri menjadi karyawan atas diri saya sendiri jika memang pihak perusahaan
yang mau mempekerjakan saya merasa cocok dengan kualifikasi saya.
Negosiasi pun akhirnya
berhasil dan dua minggu setelah itu saya mulai bekerja di perusahaan tersebut.
Tak disangka, ternyata situasi dan kondisi lingkungan perusahaan tersebut
sangat-sangat menegangkan. Pimpinan yang temperamen dan sering mengeluarkan
kata-kata kasar ketika karyawan melakukan kesalahan. Buat saya yang saat itu
masih terbilang sedikit pengalaman kerja dan tidak kuat mental menghadapi
situasi seperti ini membuat nyali menurun drastis. Tidak ada lagi keinginan
untuk bekerja. Tiba-tiba saya sadar, mungkin memang seharusnya saya tidak masuk
bekerja di perusahaan ini. Saya juga sadar telah melangkahi atau "main
belakang" dari perusahaan jasa pencari calon-calon karyawan yang telah
menghubungkan saya dengan perusahaan ini. Aahh sebenarnya Tuhan sudah
memberikan tanda-tanda ketidakbaikan yang akan menghampiri saya dengan
keputusan yang sempat berubah, tapi saya sebagai hamba Nya yang ngeyel tidak
terima dengan hal itu. Malah memaksakan situasi dengan cara-cara yang tidak
baik. Sejak kejadian itu, saya lebih bisa terima apapun yang terjadi dalam
hidup ini sambil terus melakukan hal-hal positif. Saya jadi lebih bisa berbaik
sangka dengan segala hal yang terjadi dalam hidup.
Akhir kata, raihlah cita-cita
atau keinginan kita tindakan nyata, kerja keras, kesabaran dan keuletan. Iringi
dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar terbuka jalan menuju cita-cita
tersebut. Namun, jika keinginan atau cita-cita kita tidak juga tercapai,
tetaplah berbaik sangka kepada Tuhan. Mungkin ada hal tidak baik yang
tersembunyi dari kita tetapi diketahui oleh Tuhan, sehingga Dia tidak
meluluskan cita-cita kita tersebut.
#Repost
-MGB-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar